Selasa, 28 April 2015

Takdir Tuhan 2 – So Fascinating

Takdir Tuhan 2 – So Fascinating
            Ify berjalan menuju toko buku langganannya, sudah dipastikan ia akan membeli komik Doraemon edisi terbaru. Kebetulan toko buku langganannya ini sangat dekat dengan SMA CHROW, jadi gadis ini memilih untuk berjalan kaki. Biasanya supir pribadi Ify sudah datang menjemputnya, tetapi saat ini ia tak tau kenapa supirnya tak kunjung datang.
“Drtdrtdrt...” Ponsel Ify bergetar, lantas ia memeriksa ponselnya.
From : +6285009897***
Lo dimana?
-Rio-
            Entah darimana Rio dapat dengan mudah nomor ponsel gadis ini, inilah salah satu hebatnya seorang MARIO. Ify segera menyimpan nomor ponsel Rio, dan membalas sms pria yang baru dekat dengannya itu.

To : Rio
Gue di toko buku dekat sekolah. Ada apa?
            Ify segera mencari komik tersebut, ia sudah cukup hafal dengan tempat dimana komik berada. Dan secepat mungkin gadis ini dapat menemukan komik yang ia cari, lantas ia berjalan menuju kasir. Namun, “DEGGH”.
“Lo itu kayak hantu ya? Tiba-tiba aja disini, untung aja gue gak punya penyakit jantung tau gak?” ucap Ify yang kaget, tiba-tiba saja Rio datang tepat di depan gadis ini.
“Ha – ha – ha. Lo kalo lagi marah cantik ya?”
“Gak lucu tau gak” ucap Ify dengan pipi yang telah memerah.
“Cie yang lagi marah sama gue” goda Rio. Ify hanya menyipitkan matanya.
“Lalu? Ngapain lo kesini?”
“Mau ngajak lo jalan”
“Kemana?”
“Ke hati gue” ucap Rio dengan muka yang sangat datar.
“Gue serius”
“Gue dua rius”
            Ify segera membayar komik tersebut di kasir, dengan diikutinya Rio dibelakang Ify. Ify masih bingung apa mau Rio saat ini, ia hanya mengikuti apa mau pria ini.
“Sebenarnya lo mau apa sih dari gue?” tanya Ify dengan nada tinggi.
“Hati lo”
“gue serius” ucap Ify mulai marah dengan pria ini.
“Udah ikut aja” Rio menarik saja tangan Ify, mengajaknya untuk masuk ke dalam mobilnya.
            Ify hanya terdiam menatap jalan yang ia lalui, merasa bingung dengan pria ini. suasana sangat hening saat ini, mereka sibuk dengan fikiran mereka masing-masing. Ify mengerutkan jidadnya, merasa ia sangat familiar dengan jalan yang ia lalui saat ini.
“Lo mau bawa gue kemana sih?”
“Tanya mulu deh lo dari tadi”
“Kan gak pernah dijawab” Ify mulai badmood dengan pria ini.
“Lo tau jalan ini kan?”tanya Rio
“Kayanya”
“Ini jalan mau kemana?”
“Ke rumah gue kalo gak salah” ucap Ify tak yakin.
“Nah, itu lo tau. Ngapain bawel tanya mulu” ucap Rio dengan muka tak bersalah.
“Maksudnya, lo mau anter gue ke rumah, gitu?”
“Enggak”
“Terus?”
“Lo terusin aja sendiri”
“Ih” cerca Ify mulai badmood
“Bete ya tanya sama gue?”
“Gak”
“Enggak salah” Rio tertawa dengan puas melihat muka Ify yang mulai bete.
            Tak lama mereka pun tiba di pekarangan rumah Ify, Ify membelakkan matanya saat melihat pekarangan rumahnya sendiri. Dengan adanya sebuah patung “Doraemon” dengan ukuran cukup besar dan pancuran air yang berada di hidung dan mulut patung doraemon tersebut. Di bawah patung tersebut terdapat sebuah kolam yang berisi ikan hias yang cukup banyak.
            Ify sangat bertanya-tanya dengan keadaan ini, siapa yang berada di balik semua ini? apakah orang tuanya yang membuat ini? Mata Ify tak berhenti melotot.
“Lo udah bisa berhenti kagum kok” ucap Rio dengan santai. Ify masih tetap menganga.
“Hey ! Lo ! gak usah kayak gitu juga kali. Ini semua gue kasih buat lo” lanjut Rio.
“Maksudnya? Lo? Lo yang buat ini semua?” ucap Ify yang tak percaya.
“Hmm” dehem Rio meng iyakan ucapan Ify.
            Gadis ini masih menganga tak percaya, melihat sesuatu yang, menurutnya? Ini sangat menghabiskan uang yang tak sedikit. Ditambah, dibuat dengan waktu yang JELAS JELAS sangat singkat. Dirinya sendiri sih cukup memiliki uang untuk membuat hal seperti ini, namun? Ini yang membuat itu orang lain, dan baru ia kenal siang tadi. Ify mengira-ngira, apakah Rio menyukainya? Namun? Secepat itukah? ‘Tidak tidak tidak, NO PLEASE’  batin Ify seraya menghapus fikiran kepedeannya, ia takut kalau akhirnya ia akan berharap oleh pria itu.
***
            Ify mengambil telepon genggamnya yang terasa bergetar, ia segera mengecek siapakah yang mengiriminya sebuah pesan.
From : Rio
Bisa keluar sebentar? Gue ada di taman.

“Dasar tuh anak, suka semaunya aja suruh gue keluar. Males banget, kan udah malem” cerca Ify seraya mengambil jaket dan pergi menuju tempat yang dimaksud Rio.
***
            Ify melihat mobil Rio dikelilingi oleh pria dengan badan yang sangat besar dan berjumlah banyak, bisa disebut dengan Bodyguard. Apa lagi yang mau ia lakukan? Ify tak habis fikir dengan pria tersebut yang menurutnya sangat tak dapat ditebak.
“Silahkan Non, Masuk” ucap salah satu pria berbadan besar tersebut dengan sangat sopan. Ify melakukan saja apa yang harus ia lakukan. Mungkin ia memang sedikit speacless. Lebih anehnya pria yang menurutnya sangat jaim, ternyata tak sedikitpun jaim saat menggoda Ify.
“Apalagi sih yang ada dipikiran lo?” ucap Ify membuka percakapan. Rio hanya menancapkan gas mobilnya dan fokus terhadap jalan yang ia lalui.
“Lo mau bawa gue kemana?!” Ucap Ify mengeraskan volume suaranya.
“Pakai sabuk pengaman lo!” Singkat Rio.
“Enggak mau! Kalau lo belum juga kasih tau gue, gue gak mau pakai !”
“Pakai sekarang!” gertak Rio, gertakkan tersebut berhasil membuat Ify yang tadinya seperti wanita manja, menjadi wanita yang sangat wakut terhadap gertakan seorang pria. Ify mengeluarkan air matanya tanpa suara, “aku belum pernah digertak seperti itu, tetapi? Ia berani sekali menggertakku? Ia siapa? Apa maksudnya?”. Ify diam saja semenjak Rio mengeluarkan wajah yang bisa dibilang wajah menakutkan. Sedangkan Rio begitu fokus mengendalikan mobilnya dengan kecepatan penuh.
***
            Wajah Ify benar benar bingung saat sampai pada sebuah bandara, ia ingin menanyakan kepada Rio. Namun, mungkin waktunya belum tepat karena Rio terlihat sangat terburu-buru. Ia hanya mengikuti langkah Rio yang menuju kedalam pesawat bagian VVIP yang benar-benar hanya ada dirinya dan juga Rio. Rio sengaja membuat agar ia dapat duduk berdampingan dengan Ify, dan tak ada celah sedikitpun diantara mereka. Ify agak risih, namun ia hanya dapat mengikuti serta menikmati permainan pria tersebut.
“Boleh gue tanya sekarang?” ucap Ify dengan nada sedikit menyindir.
“Hm-m” dehem Rio.
“Tolong jelaskan maksud lo gertak gue di mobil ! Dan sekarang lo bawa kemana?! Lo kenapa bikin gue bingung?! JELASKAN SATU SATU!!”
“Alasan gue gertak lo, karena kita hampir saja telat masuk pesawat”
“Gak usah sampai ngegertak juga bisa kan?”
“Lo nya sendiri yang bikin gue marah, gue kan lagi fokus nyetir, dan gue harus ngejar waktu. Lain kali, kalau gue lagi serius, tolong jangan rubah lo jadi orang tertolol sedunia. Paham?” jelas Rio dengan wajah yang sok bijak.
“Tapi gue tadi sampai nangis karena kaget gertakan lo” Ify kembali memperlihatkan waah sedihnya.
“Ya, kalau itu sih. Maaf gue buat lo nangis” dan akhirnya yang pria akan kalah.
“Duh cantik. Jangan sedih gitu dong, jelek tau!”
“Lanjut ke pertanyaan berikutnya. Jawab!”
“Pertanyaan apa? Cuman satu kan?”
“YAKK!!! LO MAU BAWA GUE KEMANA?!”
“Terserah gue dong kemana aja”
“Nah iya, KEMANA!!”
“Kok lo jadi ngotot gitu? Kan terserah gue”
“RIO!! GUE BETE!!”
“Bodo!”
***
Bersambung,

Yakk, penulis juga sangat bingung dengan pasangan ini, kira-kira mau dibawa kemana Ify? Mungkin ini salah satu surprize yang akan diberikan. Mungkin.

Minggu, 11 Januari 2015

Takdir Tuhan 1 – Awal Pertemuan -



 Takdir Tuhan 1 – Awal Pertemuan -

            Wanita berparas cantik dan berdagu tirus ini membuka matanya, ia merasakan ada cahaya yang menyilaukan matanya. Ternyata senja telah tiba, sejenak ia mengembangkan senyumnya.
“Selamat pagi Doraemon! Semoga hari ini menyenangkan untukku” ucapnya sendiri dengan boneka kesayangannya yang berbentuk doraemon tersebut.
            Namanya Alyssa Saufika Umari, panggil saja dengan sebutan Ify. Ia gadis yang sangat cantik, manis, layaknya bidadari. Namun, kehidupannya begitu miris, keluarganya hampir tak pernah berkumpul. Yang ia inginkan hanya satu, melihat keluarganya berkumpul kembali. Ia sudah pernah membicarakan ini dengan kedua orang tuanya, namun orang tuanya selalu bicara bahwa “Kita bekerja untuk kamu, Fy. Untuk kebahagiaan kamu”. Akan tetapi, walaupun kehidupannya miris, ia selalu tersenyum manis dengan siapapun. Mungkin tak akan ada yang mengerti bagaimana perasaannya sekarang.
            Gadis ini bangun dari tempat tidurnya dan bergegas bersiap untuk sekolah.
“Papa udah berangkat Bi?” tanya gadis ini kepada pembantunya.
“Sudah non, mama non tadi telfon. Nanti malam mama non pulang, tapi paginya langsung berangkat ke Paris” kebayang kan betapa mirisnya gadis ini? Ya, dia hanya dapat bersabar dengan keras.
            Ify berjalan menuju kelasnya, seperti biasa selalu banyak siswa-siswi yang terpesona dengan kecantikannya ataupun yang menyapa gadis ini.
“Selamat pagi Ify. Cantik sekali hari ini” sapa salah satu dari sekian banyak siswa siswi yang menyapa Ify, rata-rata begitulah sapaan dari teman-teman sekolah Ify. Gadis ini hanya dapat menyimpulkan senyum manisnya yang sudah pasti langsung membuat para pria semakin jatuh hati padanya.
            Gadis ini bersekolah di SMA CHROW, sma swasta yang elitnya bukan main. Hanya anak KONGLOMERAT ataupun anak pejabat tinggi yang dapat bersekolah di SMA ini. Guru-gurunya pun mayoritas dari luar negeri, ataupun dari dalam negeri yang sudah bersekolah tinggi di luar negeri, itupun harus dites macem-macem. Sangat elit bukan?
Gadis ini terus berjalan menuju kelasnya, sesampainya di kelas. Ia sudah mendapati sahabat sahabatnya yang sudah berkumpul. Sivia, Shilla, dan Cakka.
            Sivia Azizah, akrabnya dipanggil Sivia. Gadis manis dari keluarga konglomerat, keluarganya adalah keluarga terkaya di Indonesia nomor 4. Gadis ini sangat mengutamakan stylenya, dia akan sangat senang jika dia dibilang cantik. Ia termasuk gadis yang periang dan juga pintar. Ia rangking 5 pararel.
            Ashilla Zahrantiara, lebih akrab dipanggil Shilla. Gadis cantik ini juga dari keluarga konglomerat yang keluarganya terkaya se Indonesia nomor 5, jadi dia berada dibawah Sivia. Ia termasuk gadis yang pintar, kepintarannya sudah diuji, dengan rangking yang memuaskan, yaitu rangking 2 PARAREL. Wow. Faktanya, cukup sulit untuk mengalahkan anak dari konglomerat lain yang pintarnya luar biasa.
            Cakka Kawekas Nuraga, panggil saja dia Cakka. Pria ganteng dengan otak yang cukup pintar, dia rangking 3 PARAREL di sma ini. Ia adalah konglomerat yang keluarganya terkaya nomor 3. Selain otaknya yang begitu cerdas, ia sangatlah pandai berenang dan pandai bermusik.
            Kalau Ify, dia adalah gadis cantik pecinta segala sesuatu tentang doraemon yang kehidupannya sangat miris. Namun keluarganya terkaya nomor 2 se Indonesia. Akan tetapi, ia tak pernah peduli dengan jabatan keluarganya ataupun kekayaan keluarganya. Karena, kekayaan itu tak akan ada artinya jika dia tak memiliki kasih sayang. Ia juga termasuk gadis ya cerdas, dia rangking 4 Pararel. Ya, dia berada dibawah Shilla dan Cakka. Namun, ia termasuk gadis yang pandai berenang, bermusik, dan juga berorganisasi.
***
            Bunyi bel istirahat telah berkumandang, dan hal itulah yang sudah pasti dinanti-nantikan oleh para murid SMA CHROW. Ify membereskan bukunya yang berada dimeja.
“Mau kemana nih Fy?” tanya Shilla.
“Gue mau makan bekal di taman belakang” Ujar Ify.
“Tumben banget”
“Coba hal baru, apa salahnya? Gue cuman mau sesuatu yang tenang”
“Mau gue temenin?” tawar cakka.
“yang ada gue malah gak tenang”
Di Taman
            Ify duduk diantara pohon yang membuat hatinya sejuk. Ia memang sangat menyukai hal seperti ini, hal-hal yang dapat membuat hatinya sejuk, tenang, dan damai. Seakan ia tak memiliki masalah apapun. Ify memakan bekalnya yang berisi nasi goreng kesukaannya.
“Boleh duduk?” tanya seorang pria dengan suara yang lembut,
“Boleh” jawab ify tanpa mengalihkan pandangannya dari nasi goreng tersebut.
“Ternyata masih ada juga orang cantik, kaya, dan terkenal di sekolah ini mau makan di bawah pohon” Ify baru mengalihkan pandangannya, ia memastikan siapa pria tersebut.
“Apa salahnya gue makan di sini?”
“Heran aja”
“Heran?” Ify memincingkan matanya.
“Bukannya lo lebih suka di kantin?”
“Siapa bilang?”
“Gue”
“Lo gak tau aja gimana gue, jadi lo jangan sok tau”
“Gue sok tau?” pria itu mengernyitkan keningnya.
“Kantin itu tempat yang rame, mood makan gue dikit kalo gue makan di kantin. Mending disini, tempatnya bikin hati sejuk, tenang, dan damai” jelas Ify.
“Lo beda dengan apa yang gue fikirkan selama ini” Ify hanya memberikan senyumnya kepada pria tersebut.
“Gue boleh tau nama lo?” tanya Ify.
“Mario, panggil aja Rio”
“Mario Stevano Aditya Haling?” Ify menampakan wajah kegetnya. Rio hanya menganggukan kepala.
“Orang paling pintar di sekolah ini?” Rio kembali menganggukan kepalanya.
“O..o..orang terkaya di sekolah ini?”
“Kalo soal itu gue gak peduli”
“Gue juga”
“Lo juga?”
“Buat apa jadi orang kaya kalo gak pernah mendapatkan kasih sayang” ucap mereka dengan kompak, serentak mereka saling memandang dan tertawa bersama.
“Gue kira lo orangnya sama kayak yang lain, yang bangga gitu dengan kekayaan mereka” ucap Rio.
“Ha-ha-ha. Dan ternyata perkiraan lo selama ini salah, gue manusia biasa”
“Emang ada manusia luar biasa?”
“Entah” ucap Ify sembari mengangkat bahunya.
“Gue boleh lebih deket sama lo gak?”
“Uhuk – uhuk – uhuk” Refleks Ify tersedak mendengar pertanyaan Rio.
“Lo kenapa? Minum deh dulu ini”
“Ehm – ehm – ehm”
“Lo gak apa-apa kan?”
“Eng.. enggak apa-apa kok io”
“Lalu pertanyaan gue tadi gimana?”
“Eh? Pertanyaan apa?”
“Gak deh. Lupakan!”
“Cie marah” goda Ify.
“Enggak”
“Boleh kan?”
“Boleh apa?”
“Yang tadi”
“Ha-ha-ha” Lantas Ify berdiri, Rio menatap gadis itu dengan wajah dipenuhi kebingungan.
“Gue ke kelas dulu ya?” pamit Ify. Rio masih menatap dengan tatapan bingung.
“BOLEH MARIO!!” Teriak Ify sambil berlari kecil meninggalkan Rio. Tentunya Rio hanya tercengang melihat kelakuan gadis itu, dan terlihat Rio sedikit menyimpulkan senyum manisnya.
Bersambung ~
Bagaimana cerita selanjutnya?
Dan bagaimana komentar dari cerita ini?