Takdir Tuhan 1 – Awal Pertemuan -
Wanita berparas cantik
dan berdagu tirus ini membuka matanya, ia merasakan ada cahaya yang menyilaukan
matanya. Ternyata senja telah tiba, sejenak ia mengembangkan senyumnya.
“Selamat pagi Doraemon! Semoga hari ini menyenangkan
untukku” ucapnya sendiri dengan boneka kesayangannya yang berbentuk doraemon
tersebut.
Namanya
Alyssa Saufika Umari, panggil saja dengan sebutan Ify. Ia gadis yang sangat
cantik, manis, layaknya bidadari. Namun, kehidupannya begitu miris, keluarganya
hampir tak pernah berkumpul. Yang ia inginkan hanya satu, melihat keluarganya
berkumpul kembali. Ia sudah pernah membicarakan ini dengan kedua orang tuanya, namun
orang tuanya selalu bicara bahwa “Kita bekerja untuk kamu, Fy. Untuk
kebahagiaan kamu”. Akan tetapi, walaupun kehidupannya miris, ia selalu
tersenyum manis dengan siapapun. Mungkin tak akan ada yang mengerti bagaimana
perasaannya sekarang.
Gadis
ini bangun dari tempat tidurnya dan bergegas bersiap untuk sekolah.
“Papa udah berangkat Bi?” tanya gadis ini kepada
pembantunya.
“Sudah non, mama non tadi telfon. Nanti malam mama
non pulang, tapi paginya langsung berangkat ke Paris” kebayang kan betapa
mirisnya gadis ini? Ya, dia hanya dapat bersabar dengan keras.
Ify
berjalan menuju kelasnya, seperti biasa selalu banyak siswa-siswi yang
terpesona dengan kecantikannya ataupun yang menyapa gadis ini.
“Selamat pagi Ify. Cantik sekali hari ini” sapa
salah satu dari sekian banyak siswa siswi yang menyapa Ify, rata-rata begitulah
sapaan dari teman-teman sekolah Ify. Gadis ini hanya dapat menyimpulkan senyum
manisnya yang sudah pasti langsung membuat para pria semakin jatuh hati
padanya.
Gadis
ini bersekolah di SMA CHROW, sma swasta yang elitnya bukan main. Hanya anak
KONGLOMERAT ataupun anak pejabat tinggi yang dapat bersekolah di SMA ini.
Guru-gurunya pun mayoritas dari luar negeri, ataupun dari dalam negeri yang
sudah bersekolah tinggi di luar negeri, itupun harus dites macem-macem. Sangat
elit bukan?
Gadis ini terus
berjalan menuju kelasnya, sesampainya di kelas. Ia sudah mendapati sahabat
sahabatnya yang sudah berkumpul. Sivia, Shilla, dan Cakka.
Sivia
Azizah, akrabnya dipanggil Sivia. Gadis manis dari keluarga konglomerat,
keluarganya adalah keluarga terkaya di Indonesia nomor 4. Gadis ini sangat
mengutamakan stylenya, dia akan sangat senang jika dia dibilang cantik. Ia
termasuk gadis yang periang dan juga pintar. Ia rangking 5 pararel.
Ashilla
Zahrantiara, lebih akrab dipanggil Shilla. Gadis cantik ini juga dari keluarga
konglomerat yang keluarganya terkaya se Indonesia nomor 5, jadi dia berada
dibawah Sivia. Ia termasuk gadis yang pintar, kepintarannya sudah diuji, dengan
rangking yang memuaskan, yaitu rangking 2 PARAREL. Wow. Faktanya, cukup sulit
untuk mengalahkan anak dari konglomerat lain yang pintarnya luar biasa.
Cakka
Kawekas Nuraga, panggil saja dia Cakka. Pria ganteng dengan otak yang cukup
pintar, dia rangking 3 PARAREL di sma ini. Ia adalah konglomerat yang
keluarganya terkaya nomor 3. Selain otaknya yang begitu cerdas, ia sangatlah
pandai berenang dan pandai bermusik.
Kalau
Ify, dia adalah gadis cantik pecinta segala sesuatu tentang doraemon yang
kehidupannya sangat miris. Namun keluarganya terkaya nomor 2 se Indonesia. Akan
tetapi, ia tak pernah peduli dengan jabatan keluarganya ataupun kekayaan
keluarganya. Karena, kekayaan itu tak akan ada artinya jika dia tak memiliki
kasih sayang. Ia juga termasuk gadis ya cerdas, dia rangking 4 Pararel. Ya, dia
berada dibawah Shilla dan Cakka. Namun, ia termasuk gadis yang pandai berenang,
bermusik, dan juga berorganisasi.
***
Bunyi
bel istirahat telah berkumandang, dan hal itulah yang sudah pasti
dinanti-nantikan oleh para murid SMA CHROW. Ify membereskan bukunya yang berada
dimeja.
“Mau kemana nih Fy?” tanya Shilla.
“Gue mau makan bekal di taman belakang” Ujar Ify.
“Tumben banget”
“Coba hal baru, apa salahnya? Gue cuman mau sesuatu
yang tenang”
“Mau gue temenin?” tawar cakka.
“yang ada gue malah gak tenang”
Di
Taman
Ify
duduk diantara pohon yang membuat hatinya sejuk. Ia memang sangat menyukai hal
seperti ini, hal-hal yang dapat membuat hatinya sejuk, tenang, dan damai.
Seakan ia tak memiliki masalah apapun. Ify memakan bekalnya yang berisi nasi
goreng kesukaannya.
“Boleh duduk?” tanya seorang pria dengan suara yang
lembut,
“Boleh” jawab ify tanpa mengalihkan pandangannya
dari nasi goreng tersebut.
“Ternyata masih ada juga orang cantik, kaya, dan
terkenal di sekolah ini mau makan di bawah pohon” Ify baru mengalihkan
pandangannya, ia memastikan siapa pria tersebut.
“Apa salahnya gue makan di sini?”
“Heran aja”
“Heran?” Ify memincingkan matanya.
“Bukannya lo lebih suka di kantin?”
“Siapa bilang?”
“Gue”
“Lo gak tau aja gimana gue, jadi lo jangan sok tau”
“Gue sok tau?” pria itu mengernyitkan keningnya.
“Kantin itu tempat yang rame, mood makan gue dikit
kalo gue makan di kantin. Mending disini, tempatnya bikin hati sejuk, tenang,
dan damai” jelas Ify.
“Lo beda dengan apa yang gue fikirkan selama ini”
Ify hanya memberikan senyumnya kepada pria tersebut.
“Gue boleh tau nama lo?” tanya Ify.
“Mario, panggil aja Rio”
“Mario Stevano Aditya Haling?” Ify menampakan wajah
kegetnya. Rio hanya menganggukan kepala.
“Orang paling pintar di sekolah ini?” Rio kembali
menganggukan kepalanya.
“O..o..orang
terkaya
di sekolah ini?”
“Kalo soal itu gue gak peduli”
“Gue juga”
“Lo juga?”
“Buat
apa jadi orang kaya kalo gak pernah mendapatkan kasih sayang” ucap
mereka dengan kompak, serentak mereka saling memandang dan tertawa bersama.
“Gue kira lo orangnya sama kayak yang lain, yang
bangga gitu dengan kekayaan mereka” ucap Rio.
“Ha-ha-ha. Dan ternyata perkiraan lo selama ini
salah, gue manusia biasa”
“Emang ada manusia luar biasa?”
“Entah” ucap Ify sembari mengangkat bahunya.
“Gue boleh lebih deket sama lo gak?”
“Uhuk – uhuk – uhuk” Refleks Ify tersedak mendengar
pertanyaan Rio.
“Lo kenapa? Minum deh dulu ini”
“Ehm – ehm – ehm”
“Lo gak apa-apa kan?”
“Eng.. enggak apa-apa kok io”
“Lalu pertanyaan gue tadi gimana?”
“Eh? Pertanyaan apa?”
“Gak deh. Lupakan!”
“Cie marah” goda Ify.
“Enggak”
“Boleh kan?”
“Boleh apa?”
“Yang tadi”
“Ha-ha-ha” Lantas Ify berdiri, Rio menatap gadis itu
dengan wajah dipenuhi kebingungan.
“Gue ke kelas dulu ya?” pamit Ify. Rio masih menatap
dengan tatapan bingung.
“BOLEH MARIO!!” Teriak Ify sambil berlari kecil
meninggalkan Rio. Tentunya Rio hanya tercengang melihat kelakuan gadis itu, dan
terlihat Rio sedikit menyimpulkan senyum manisnya.
Bersambung ~
Bagaimana cerita selanjutnya?
Dan bagaimana komentar dari cerita ini?